Satu tim bayonet sudah datang di bumi pertiwi beberapa waktu silam,
tepatnya tanggal 3 Maret 2007 dari Singapura. Tahukah anda apa
bayonet itu? dalam bahasa Ibrani bayonet adalah Kidon. Tim ini jauh
lebih saya takuti daripada tim apapun di Indonesia. Bila saya
diciduk dan diamankan oleh aparat pemerintah RI, saya
masih punya bargaining yang besar, itupun kalau tidak terjadi
kecerobohan aksi tembak-menembak seperti pada kasus Poso.
Tetapi bila harus berbicara tentang Kidon, itu sama saja dengan
bunuh diri...iya benar bunuh diri. Kidon yang merupakan unit di
dalam Mossad dan bekerja secara efisien untuk membunuh, sabotase,
dan kerusakan serius lainnya sudah mendarat di bumi tercinta
Nusantara. Tim yang baru datang tersebut melengkapi unit khusus
Mossad yang sudah beroperasi di Republik Indonesia sekitar 7 bulan
sebelum peristiwa 9/11. Agen Mossad sangat minimalis dalam
melakukan aksinya, yaitu 2-3 orang. Maka dalam kasus pengiriman
Kidon kali ini terpantau ada sekitar 12 orang yang ada saat masuk
Indonesia terpecah menjadi tiga kelompok, Jakarta, Surabaya, dan
Denpasar, masing-masing beranggotakan 4 orang.
Spesialisasi keahlian Kidon adalah menggunakan senjata, menyamar dan
operasi yang dalam bahasa Ibrani disebut Paylut Hablanit Oyenet
(PHO) atau operasi sabotase tingkat tinggi. Ketika sejumlah kasus
kecelakaan di laut dan udara terjadi, saya sudah menerima isu-
isu unsur sabotase, namun saya menolaknya karena informasi yang
masuk miskin hard fact. Lebih mirip teori konspirasi dan pencarian
kambing hitam yang kurang meyakinkan. Bahkan ada pihak yang
menyatakan bahwa kasus tenggelamnya Kapal Senopati Nusantara bukan
hal yang tanpa pesan bagi saya, sebuah pesan penting sudah di sampaikan
.Kemudian dilanjutkan dengan kasus kapal levina yang meskipun
merupakan bahasa latin kebetulan juga merupakan kode Levi-Ina (kode
bagi sleeping agent Mossad untuk bangun
Bagaimana pula dengan Adam Air dan Garuda Indonesia? Dan
kasus meledaknya Adam Air di udara.
Kidon yang dikirim bukan hanya ahli dalam soal pembunuhan dan
sabotase kecelakaan, tetapi juga dalam permainan opini publik, dalam
sebuah rangkaian cerita propaganda yang secara jitu akan
membidik musuhnya menjadi pesakitan kembali. Saya tidak
menakut-nakuti. Mohon tingkat pengamanan
transportasi menjadi perhatian, baik darat, laut maupun udara.